Aryarachimanisa’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Makalah Manajemen

on February 9, 2009

BAB I

PEBDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam melakukan sebuah pekerjaan ada kata-kata yang meyebutkan jika mengerjakan suatu pekerjaan dilakukan oleh banyak orang maka pekerjaan tersebut akan cepat selesai dibandingkan dikerjakan oleh satu orang. Maksud dari banyak orang di sini adalah karena adanya sebuah team atau grup yang melakukan sebuah pekerjaan bersama-sama kemudian meraih hasil atau tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.

Dalam kesempatan ini penulis mencoba menyajikan tentang garis besar team, cara kerja team dan informasi lainnya tentang team.

 

1.2 Rumusan dan Pembatasan Masalah

Penulis membatasi masalah tentang tim, sebagai berikut:

a.    Pengertian tim;

b.    Bagaimana tim yang baik itu bekerja;

c.    Tingkatan-tingkatan dari tim;

d.    Bagaimana menjadi tim yang baik, dan

e.    Perbedaan tim, grup dan kelompok.

 

1.3 Tujuan

Tujuan penulis adalah agar lebih dapat memahami tentang tim dalam manajemen, dan lebih mengetahui bahwa sebuah tim dapat lebih mengefektifkan sebuah pekerjaan. Penulis juga bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang seperti apa tim yang baik dan bagaimana menyusun tim agar bekerja secara efektif.

 

1.4 Sistematika Penulisan

Sitematika penulisan dari makalah ini adalah terdiri dari 3 bab, yang pertama adalah BAB I yang menjelaskan tentang pendahuluan makalah. Berikutnya adalah BAB II yang berisi tentang inti masalah dari pembahasan penulis, yang terakhir adalah penutup yang berisi kesimpulan dan harapan penulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengantar

      Sebuah perusahaan yang bernama Cisco mendistribusikan produk mereka dengan memanfaatkan manajemen tim, sehingga distribusi produk mereka lebih efektif dan merata ke segala penjuru daerah. Perusahaan-perusahaan lainpun menggunakan manajemen tim untuk mengembangkan produk internal perusahaan, mereka bekerja sama mengeluarkan produk baru yang cocok dengan keinginan konsumen.

Dalam kasus perusahaan-perusahaan yang menggunakan tim untuk mengefektifkan pekerjaan mereka, dapat ditarik sebuah kesimpulan, bahwa tim sangat mendukung kinerja perusahaan. Tim ini sendiri adalah sekumpulan orang yang berbeda cara pandang, berbeda asal-usul tetapi mereka bekerja sama dalam melakukan sebuah pekerjaan demi mencapai tujuan yang sama.

 

Bagan di atas adalah bagan dimana performa tim mendukung kinerja organisasi, kemudian kinerja organisasi akan semakin baik dengan adanya struktur dari tim itu sendiri. Kemudian akan mendukung ke lingkungan eksternal. Dalam bagan tersebut juga disebutkan bahwa tim harus memiliki keuntungan dan keburukan dari tim, kemudian dari semua itu akan tercapai performa tim yang baik.

2.2 Keuntungan Tim

       a. Alasan Motivasi

            Manusia memiliki kebutuhan sosial yaitu membutuhan orang lain dalam hidupnya, butuh bekerja sama dan saling mengenal. Maka, dalam sebuah tim, tercapailah kebutuhan ini. Karena, dalam tim semua orang dapat bekerja sama dan saling membutuhkan satu sama lain. Dalam tim juga setiap orang mendapatkan tugas dan perannya masing-masing maka dari itu setiap orang dapat memaksimalkan perannya dalam manajemen tim.

b. Alasan Bisnis

                 Dalam bisnis, sebuah tim dapat menyelesaikan masalah dengan cepat dibandingkan dikerjakan sendiri. Setiap orang membagi-bagi tugas dengan merata sehingga masalah cepat terselesaikan. Tim yang baik memiliki kontribusi bagi perusahaan, karena perusahaan menggunakan tim untuk, menyatukan perbedaan, karena di setiap perusahaan terdiri dari orang-orang yang banyak memiliki perbedaan jadi, tim menyatukan perbedaan dengan menyusun struktur kerja sama yang baik. Tim juga banyak mengadakan forum-forum yang menyatukan setiap perbedaan, meleburkan perbedaan. Setiap orang dapat memaksimalkan kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan mereka. Dalam tim juga kita dapat mengajukan berbagai usulan agar kinerja perusahaan lebih baik lagi.

                 Jadi, keberadaan tim memiliki keuntungan untuk memotivasi tiap orang dan juga mendukung performa bisnis sehingga bisnis semakin lancar karena dikerjakan bersama-sama sesuia dengan perannya masing-masing.

2.3 Kelompok, Grup, dan Tim

       Kelompok hanyalah sekumpulan orang-orang yang tidak memiliki tujuan, hanya melaksanakan tuganya masing-masing dalam mencapai tujuan masing-masing. Sedangkan grup atau tim adalahkelompok kecil orang yang berbagi tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kemampuan kemudian melaksanakan tugas mereka sesuai peran masing-masing demi mencapai tujuan atau goal yang telah dirumuskan bersama sebelumnya. Grup atau tim juga berdiskusi dengan pola yang teratur untuk menyelesaikan suatu masalah atau rintangan mereka, terstruktur dengan baik. Grup atau tim juga memberikan kebaikan pada setiap orang dalam tim, karena setiap orang dapat memaksimalkan kemampuan dan membuktikan kalau mereka dapat memegang tanggung jawab.

2.4 Performa Tim

     

       Grafik tersebut menggambarkan performa tim dari mulai yang paling jelek sampai tim yang paling baik.

a.    Working group

Terfokus pada pekerjaan individual tidak peduli dengan bekerja sama.

b.    Pseudo team

Bekerja bersama tetapi tim tidak terfokus terhadap pekerjaan dan tidak tertarik untuk mencapai sebuah tujuan.

c.    Potential Team

Setiap anggota tim bertanggung jawab terhadap pekerjaan masing-masing tetapi setiap anggota belum maksimal dalam mengerjakan pekerjaannya. Tim ini masih dapat dikembangkan.

d.    Real Team

Sedikit anggota yang mulai tampak nyata memegang komitmen dalam melaksanakan tugas mereka masing-masing.

e.    High-performance team

Tim yang telah melalui berbagai rintangan serta ujian dalam melaksanakan pekerjaan mereka, maka tim ini adalah performa tim yang baik, karena semua anggota menggunakan peranya dalam melaksanakan pekerjaan, memegang komitmen dan bertanggung jawab.

 

2.5 Dasar-Dasar Tim yang Efektif

       Tim yang efektif memiliki ciri dan syarat sebagai berikut :

a.    Anggota yang tidak terlalu banyak;

b.    Keahlian yang beragam kemudian mereka berbagi tanggung jawab;

c.    Telah meremuskan tujuan yang jelas;

d.    Menentukan sesuatu dan memutuskan sesuatu sesuai kesepakatan bersama;

e.    Setiap anggota memiliki tanggung jawab dan mereka semua telah teruji memegang tanggung jawabnya masing-masing.

 

2.6 Tipe-Tipe Tim

       Tim memiliki tipe-tipe tersendiri, yaitu :

a.    Tim formal

Tim yang mengerjakan tugas spesifik dalam mencapai tujuan atau goal.

b.    Tim informal

Tim yang terbentuk secara alami ketika orang-orang yang sehari-hari bekerja sama kemudian mereka membentuk sebuah tim.

c.    Tim permanen

Memiliki bentuk dan struktur yang tetap dalam jangka waktu yang lama.

d.    Pemisahan tim secara fisik

Tim terpisah oleh jarak dan tempat, maka setiap angota berkomunikasi dengan dukungan teknologi, tetapi mereka tetap dapat bekerja dengan baik.

2.7 Tingkatan-Tingkatan Dalam Tim

 

       Grafik di atas menggambarkan tentang tingkatan-tingkatan tim dalam sebuah perusahaan.

 

Stage

Pengertian

Forming

Tim yang dipilih oleh seorang manajer, sehingga mereka memulai proses penjajakan atau perkenalan terhadap orang lain

Storming

Adanya konflik yang mengganggu kinerja tim, keadaan yang membuat tim tidak nyaman. Karena banyaknya perbedaan kepribadian. Banyak tim yang tidak mampu melewati tingkatan ini, kemudian memiliki penurunan tingkatan kembali.

Norming

Dalam tingkatan ini, setiap anggota mulai memahami nilai dan norma dalam melaksanakan pekerjaan mereka masing-masing, maka tim mulai bekerja secara efektif.

Performing

Tim mulai bekerja dengan baik

Adjourning

Tim mencapai tingkatan tertinggi sehingga performa tim akan tampak sangat baik. Mereka dapat melalui berbagai tingkatan dengan baik.

 

2.8 Model Tim yang Efektif

       Model dalam perkembangan tim yang dapat manajer gunakan untuk membangun sebuah tim yang dapat mensukseskan tujuan perusahaan adalah dengan cara menjawab setiap kriteria.

Kriteria

Deskripsi

Apakah performa tim baik?

Apakah tim menyelesaikan pekerjaan yang diberikan manajer untuk mereka, tidak hanya performa sebuah proyek perusahaan tetapi juga penghematan biaya dan waktu.

Apakah setiap anggota memiliki pengalaman dalam tim yang efektif?

Apakah mereka tampak dapat bekerja dengan baik daam tim, apakah mereka dapat membuat tim yang juara dan merupakan sumber daya yang bernilai untun proyek masa depan.

Apakah setiap anggota mengembangkan keahliannya?

Apakah anggota mengembangkan kemampuan mereka untuk keperluan proyek masa depan.

 

       Berdasarkan penelitian terhadap 27 tim yang memiliki perbedaan tipe, Hackman menyimpulkan ada 3 syarat untuk anggota tim, yaitu:

a.    Menggunakan usaha yang efisien untuk mencapai level yang diterima oleh manajer;

b.    Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai untuk menyelesaikan tugas;

c.    Menggunakan proses tim yang cocok dan telah beradaptasi dengan pekerjaan dan latar pekerjaan.

Pendapatan yang berasal dari tim adalah penghasilan atau non-finansial untuk anggota yang memiliki hubungan dan peranan dalam tim.

2.9 Komposisi Tim

       Komposisi tim dapat berarti ukuran atau rincian anggota yang harus ada dalam sebuah tim. Apakah mereka cocok dengan pekerjaan itu atau tidak? Komposisi tim yang baik akan mendukung kinerja tim sehingga performa tim akan lebih baik.

a.    Peran tugas dan biaya

Beberapa orang fokus terhadap proyek, atau mendapatkan kesepakatan dalam tugas dalam menghadapi deadline.

Berikut adalah tabel yang menggambarkan peranan dalam menangani tugas dan biaya-biaya            :

 

Emphasis on task

Emphasis on maintenance

Initiator

Encourager

Information seeker

Compromiser

diagnoser

Peacekeeper

Opinion seeker

Clarifier

evaluator

Summariser

Decision manager

Standard setter

 

b.    Meredith Belbin – Peranan tim

Berikut ini adalah tabel yang disusun oleh Belbin mengenai peranan team.

Peran

Typical

Implemeter

Disiplin, reliable, konservatif dan efisien, merubah ide-ide dalam praktik yang baik.

Koordinator

Matang,  percaya diri, a good chairperson, mengklarifikasi tujuan, promosi keputusan, delegasi yang baik.

Shaper

Challenging, dinamis, bertahan dalam tekanan, mengendalikan tim untuk menjadi pemenang.

Plant

Kreatif, imajinatif, ide-idenya dapat cepat menyelesaikan masalah.

Resource investigator

Extrovert, enthusiastic, komunikatif, eksplore kesempatan, mengembangkan kontak dalam jaringan pekerjaan.

Monitor-evaluator

Sober, strategic dan discerning. Melihat segala pilihan.

Teamworker

Kooperatif, mild, diplomatic, pendengar, pembangun, berpikir tenang, sensitif terhadap orang laindan berbagai situasi.

Complementer

Painstaking, anxious, Mencari kesalahan dan omisi. Mengirimkan analisa nya tepat waktu.

Specialist

Pemikir, dedikasi. Menyediakan pelatihan pengetahuan dan kemampuan.

 

Tim yang efektif memiliki keseimbangan peran, yaitu keseimbangan antara peran dan pekerjaan, sesuai deskripsinya. Sedangkan tim yang tidak seimbang adalah tim yang tidak memiliki keseimbangan antara peran dan pekerjaannya.

                        Belbin tidak mensugestikan bahwa semua tim harus memiliki kesembilan orang yang berperan seperti yang telah diuraikan. Maksud Belbin adalah bahwa setiap peran tim harus mereflesikan pekerjaan yang mereka hadapi.

2.10 Proses Tim

          Setiap tim memiliki proses yang harus dilalui untuk mencapai kinerja yang baik. Proses tersebut, terdiri dari      :

a. Pendekatan umum

Proses ini adalah proses yang menyatukan tim dan proses saling mendukung antar anggota tim, mengingat masih ada anggota yang tampak malu-malu dalam mengeluarkan pendapat. Termasuk berbagai pelatihan, diskusi dan cara-cara mengambil keputusan.

b. Komunikasi

Komunikasi dapat berupa komunikasi ataupun pertemuan-pertemuan.

Ada 5 tip agar mencapai tim yang efektif dalam setiap pertemuan. Disajikan oleh tabel di bawah ini.

 

Tim efektif

Tim yang kurang efektif

Membuat jadwal yang teratur dan kemudian menaatinya.

Anggota tim tidak banyak yang datang dalam setiap pertemuan.

Memiliki agenda rapat, atau agenda pertemuan.

Tidak memiliki agenda, pertemuan tidan fokus dan berlangsung sangat lama.

Tepat waktu.

Waktu tidak tetap dalam melaksanakan pertemuan.

Bertanggung jawab.

Banyaknya penundaan

Mencapai tujuan.

Tidak saling mendukung dalam mencapai tujuan.

 

       Sedangkan komunikasi yang baik dalam grup atau tim harus mencakup, adanya saling mengusulkan, saling mendukung, membangun, mengkritik, memberi informasi dan mencari informasi di luar grup itu sendiri.

c.    Mengamati tim

Observasi adalah aktivitas mengamati tim yang mencakup:

1)    Apa yang orang lain lakukan untuk membantu performa tim ;

2)    Apa saja yang terjadi dalam pengerjaan tugas, apakah sudah baik atau harus terjadi pengulangan ;

3)    Mengapa tim tidak berjalan secara efektif dan bagaimana kiranya mengatasinya (jalan keluarnya).

 

2.11 Kerugian Tim

          Bekerja dalam sebuah tim, tida hanya menimbulkan keuntungan tetapi juga ada kerugiannya, diantaranya   :

a. Menjadi orang yang independen ;

b.  Menghabiskan terlalu banyak waktu ;

c. Mengizinkan seseorang untuk terlalu mendominasi ;

d. Terlalu banyak mengalah.

         

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

       Dalam sebuah manajemenm sebuah tugas atau proyek tidak hanya dilakukan oleh individu tetapi juga oleh sekumpolan orang-orang yang kemudian mereka membagi tugas. Sekumpulan orang ini disebut tim. Tim berbagi tugas dan tanggung jawab kemudaian merumuskan tujuan atau goal dan mereka mencapainya bersama. Mulanya tim ini banyak sekali perbedaan, cara pandang, kepribadian, dan banyak hal lain. Tapi, sebuah tim meleburkan perbedaan tersebut dan menghasilkan kinerja yang baik dan efektif.

       Tim memiliki tipe-tipe yaitu, tim formal, informal, permanen, dan tim yang terpisah secara fisi (jarak). Sebuah tim harus melalui berbagai tingkatan dalam mencapai performa yang baik. Tingkatan ini dilalui tim bersama, ada tim yang berhasil mencapai performa yang paling baik, tetapi tidak sedikit yang tidak berhasil. Tingkatan-tingkatan tim, terdir dari, Forming, storming, norming, performing, dan adjourning.

       Tim yang efektif menurut Belbin adalah tim yang berhasil membagi-bagi peran setiap orang untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Ada 9 peran dalam tim, peran ini sebaiknya diseimbangkan komposisinya agar performa tim menjadi efektif.

       Tim membutuhkan proses, yaitu pendekatan anggota, komunikasi yang mencakup komunikasi dan pertemuan, dan yang terakhir adalah observasi atau pengamatan. Setelah melalui berbagai proses maka tim dapat mencapai tim yang baik dan efektif.


2 responses to “Makalah Manajemen

  1. anzella says:

    yang mao saya tanyakan apakah tim dan grup itu sama??
    bukannya tim itu berbeda yah dengan grup?
    harap dibalas trima kasih

    • aryarachimanisa says:

      iya, tim dan grup itu memang berbeda. Grup adalah sekumpulan orang yang berada dalam satu kelas misalnya, berada dalam satu organisasi atau berada dalam suatu forum tertentu. Tim adalah sekumpulan orang yang memiliki visi misi dan tujuan yang sama bekerja bersama dalam hirarki tugas yang jelas.
      sekarang dah jelas belum? Jadi grup itu bukan tim tapi tim sudah pasti grup,,, gitu anzella. Terima kasih atas pertanyaan, saya menjawab semampunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: