Aryarachimanisa’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Dana Pensiun

on July 5, 2009

A. Latar Belakang
Setiap karyawan dalam suatu perusahaan mengharapkan jaminan keuangan di hati tuanya. Tahun 70-an hanya Pegawai Negeri yang dijamin mendapatkan jaminan pensiun di hari tuanya, sedangkan karyawan swasta belum memiliki jaminan seperti itu. Sekitar tahun 90-an mulailah berdiri badan hukum dana pensiun, hal ini juga disebabkan oleh adanya UU No 11 Tahun 1992 yang mengatur tentang dana pensiun. Dana pensiun dapat didirikan oleh perusahaan yang bersangkutan ataupun lembaga lainnya. Jika karyawan tidak mendapatkan pensiun dari tempat kerjanya, dia bisa mendapatkan dana pensiun dari lembaga lainnya. Pemberian pensiun memberikan kepastian penghasilan di masa depan, selain itu dapat menjadi motivasi untuk bekerja lebih giat.
B. Pengertian
Secara umum, dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Dana pensiun wajib mendapatkan pengesahan dari menteri keuangan.Dana pensiun dikelola dan dijalankan untuk menghasilkan manfaat pensiun dengan cara pembayaran berkala yang dibayarkan kepada peserta dengan cara yang ditetapkan dalam ketentuan yaitu dengan pencapaian usia tertentu.
Sedangkan pengertian pensiun adalah hak seseorang untuk memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab-sebab lain sesuai perjanjian yang telah ditetapkan.
Jadi, dana pensiun menarik iuran dari setiap karyawan kemudian iuran tersebut diinvestasikan ke dalam usaha yang paling potensial. Dana pensiun tidak terkena pajak, karena program pemerintah mengenai dana pensiun. UU No 7 Tahun 1983 tentang pajak penghasilan berbunyi:
“Iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang disetujui Menteri Keuangan, baik yang dibayar oleh Pemberi Kerja maupun oleh karyawan dan penghasilan dana pensiun dari modal yang ditanamkan dalam bidang-bidang tertentu berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan tidak termasuk objek pajak.”

C. Tujuan
Setiap pihak memiliki tujuan masing-masing yang berbeda, yaitu pihak pemberi kerja, Lembaga Pengelola dan karyawan. Bagi pemberi kerja, dana pensiun bertujuan untuk,
1. Memberikan penghargaan kepada para karyawan yang telah lama mengabdi kepada perusahaanya.
2. Agar di masa pensiun tersebut, karyawannya mendapatkan jaminan.
3. Memberikan rasa aman pada karyawan.
4. Meningkatkan kinerja dan motivasi karyawan.
5. Meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat.

Bagi karyawan, lembaga keuangan memberikan tujuan,
1. Kepastian memperoleh penghasilan masa yang akan datang sesudah masa pensiun.
2. Memberikan rasa aman dan meningkatkan motivasi untuk bekerja.
Sedangkan bagi Lembaga Pengelola adalah,
1. Mengelola dana pensiun untuk mendapatkan keuntungan, karena iuran dana pensiun dapat dimasukkan dalam kegiatan investasi.
2. Turut membantu, menyelenggarakan program pemerintah.
D. Jenis Pensiun
1. Pensiun Normal, pensiun yang diberikan untuk karyawan yang usianya telah mencapai masa pensiun yang ditetapkan perusahaan.
2. Pensiun dipercepat, pensiun yang diberikan karena kondisi tertentu, misalnya ada pengurangan pegawai di perusahaan tersebut.
3. Pensiun ditunda, merupakan pensiun karena karyawan memintanya, usia peminta pensiun belum mencapai usia pensiun. Pensiun yang diberikan, akan diberikan pada usia pensiun.
4. Pensiun cacat, pensiun yang diberikan karena sebuah kecelakaan sehingga dianggap tidak mampu lagi untuk dipekerjakan.

E. Jenis-jenis Dana Pensiun
Berdasarkan UU No 11 tahun 1992, di Indonesia mengenal 3 jenis Dana Pensiun, yaitu :
1. Dana Pensiun Pemberi Kerja, adalah dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta, dan menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja.
2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan, adalah dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti, bagi perorangan, baik karyawan maupun pkerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atai perusahaan asuransi jiwa.
3. Dana Pensiun berdasarkan Keuntungan, adalah dana pensiun pemberi kerja yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti, dengan iuran hanya dari pemberi kerja yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan dengan keuntungan pemberi kerja.
Alternatif perusahaan untuk memberikan Dana pensiun adalah,
1. Mendirikan sendiri dana pensiun;
2. Mengikuti program pensiun yang diselenggarakan oleh dana pensiun lembaga keungan lain;
3. Bergabung dengan dana pensiun yang didirikan oleh pemberi kerja lain;
4. Mendirikan dana pensiun secara bersama-sama dengan pemberi kerja lainnya.
Menurut ketentuan dana pensiun yang dapat dijalankan adalah sebagai berikut :
1. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)
Program pensiun yang besarnya manfaat pensiun ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun. Seluruh iuran merupakan beban karyawan yang dipotong dari gajinya setiap bulan.
2. Program Pensiun Iuran Pasti
Besarnya manfaat pensiun tergantung dari hasil pengembangan kekayaan dana pensiun. Iuran ditanggung bersama oleh karyawan dan perusahaan pemberi kerja.

F. Sistem Pembayaran Pensiun
Pada saat menerima pensiun, biasanya perusahaan dapat menawarkan dua macam sistem pembayaran kepada karyawan. Sistem pembayaran memiliki maksud tertentu yang saling menguntungkan bagi karyawan dan perusahaan. Menurut Keputusan Menteri Keuangan Nomor 343/KMK.017/1998. Tanggal 13 Juli 1998. Menurut peraturan ini ada 2 jenis pembayaran dan ketentuan pembayaran.
Ada dua jenis pembayaran pensiun.
1. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)
Pertimbangannya;
a. Perusahaan tidak mau mengurusi karyawannya yang sudah pensiun.
b. Memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk berusaha dengan uang pensiunnya.
c. Karena permintaan pensiunan itu sendiri.

Rumus sekaligus pada PPMP :

MP = FPd x MK x PDP

Keterangan :
MP = Manfaat Pensiun
FPd = Faktor Penghargaan dalam desimal
MK = Masa Kerja
PDP = Penghasilan Dasar Pensiun bulan terakhir atau rata-rata beberapa bulan terakhir.

Dalam hal ini manfaat pensiun dihitung dengan menggunakan rumus sekaligus besar faktor penghargaan per tahun masa kerja tidak boleh melebihi 2,5% dan total manfaat pensiun tidak boleh 80 kali penghasilan dasar pensiun.

Sedangkan menurut rumus bulanan pada PPMP :
MP = Fpe x MK x PDP
Keterangan :
MP = Manfaat Pensiun
FPe = Faktor Penghargaan dalam persentase
MK = Masa Kerja
PDP = Penghasilan Dasar Pensiun bulan terakhir atau rata-rata beberapa bulan terakhir.

Dalam hal ini manfaat pensiun dihitung dengan menggunakan rumus sekaligus besar faktor penghargaan per tahun masa kerja tidak boleh melebihi 2,5% dan total manfaat pensiun tidak boleh 80 kali penghasilan dasar pensiun.

2. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP)
Perhitungan menggunakan rumus sekaligus pada PPIP adalah sebagai berikut :
IP = 3 x FPd x PDP
Keterangan :
IP = Iuran Pensiun
FPd = Faktor Penghargaan per tahun dalam desimal
PDP = Penghasilan Dasar Pensiun per tahun

Sedangkan perhitungan dengan rumus bulanan adalah :
IP = 3 x Fpe x PDP
Keterangan :
IP = Iuran Pensiun
FPe = Faktor Penghargaan per tahun dalam persen
PDP = Penghasilan Dasar Pensiun per tahun

G. Asas- asas Dana Pensiun
UU No 11 Tahun 1992 Penyelenggaraan program pensiun didasarkan pada asas-asas sebagai berikut :
1. Asas keterpisahan kekayaan dana pensiun dari kekayaan badan hukum pendirinya.
Dana Pensiun didukung oleh badan hukum dan diurus serta dikelola berdasarkan ketentuan undang-undang. Berdasarkan asas ini kekayaan dana pensiun yang terutama bersumber dari iuran terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan.
2. Asas penyelenggaraan dalam sistem pendanaan
Penyelenggaraan program pensiun berdasarkan asas ini baik bagi karyawan maupun bagi pekerja mandiri, haruslah dengan pemupukan dana yang dikelola secara terpisah dari kekayaan pendiri sehingga cukup memenuhi pembayaran hak peserta. Dengan demikian, pembentukan cadangan dalam perusahaan guna membiayai pembayaran manfaat pensiun karyawan tidak diperkenankan.
3. Asas pembinaan dan pengawasan
Agar terhindarkan penggunaan kekayaan dana pensiun dari kepentingan-kepentingan yang dapat mengakibatkan tidak tercapainya maksud utama pemupukan dana yaitu untuk memenuhi hak peserta, maka perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan meliputi sistem pendanaan dan pengawasan atas investasi kekayaan dana pensiun.
4. Asas penundaan manfaat
Penyelenggaraan penundaan program dana pensiun dimaksudkan agar kesinambungan penghasilan yang menjadi hak peserta, maka berlaku asas penundaan manfaat yang mengharuskan pembayaran hak peserta hanya dapat dilakukan setelah peserta pensiun yang pembayarannya dilakukan secara berkala.
5. Asas kebebasan untuk membentuk atau tidak membentuk dana pensiun
Pembentukan dana pensiun dilakukan atas prakarsa pemberi kerja untuk menjanjikan manfaat pensiun. Konsekuensi pendanaan dan pembiayaan merupakan suatu komitmen yang harus dilakukannya sampai dengan pada saat dana pensiun terpaksa dibubarkan.

H. Kepengurusan Dana Pensiun
Dana pensiun dapat didirikan oleh perusahaan, asuransi ataupun oleh bank. Pengurus dana pensiun adalah pendiri dana pensiun tersebut, pengurus dana pensiun haruslah mengatur investasi dana pensiun. Pengurus dana pensiun ini mengelola buku, catatan tentang kegiatan dana pensiun dan memelihara kerahasiaan nasabah dari dana pensiun. Pengurus dana pensiun wajib melakukan hal-hal yang tertera dalam Undang-Undang No 77 Tahun 1992 bahwa pengurus dana pensiun wajib melaporkan laporan teknis dan laporan keuangan yang telah diedit oleh akuntan publik, menurut bentuk, waktu dan susunan yang ditetapkan oleh menteri.
Dewan komisaris dari pendiri dana pensiun bertindak sebagai pengawas untuk mengawasi pengelolaan investasi dana pensiun.
Tugas dan wewenang utama dewan pengawas adalah :
a. melakukan pengawasan atas pengelolaan Dana Pensiun oleh Pengurus;
b. menyampaikan laporan tahunan secara tertulis atas hasil pengawasannya;
c. menunjuk akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan Dana Pensiun.

I. Permodalan Dana Pensiun
Kekayaan dana pensiun berdasarkan atas 3 sumber modal, yaitu :
1. Iuran peserta
2. Hasil investasi
3. Pengalihan dana pensiun lain.

1. Iuran Peserta
Peserta dana pensiun melakukan iuran maksimum dengan ketentuan yang ditetapkan oleh menteri saat dana pensiun berdiri. Pemberi kerja dapat membayar iuran dana pensiun atas nama pekerja secara tunai. Contohnya saja Mr. B memberikan pekerjaan pada Ms. A. Mr.B dapat membayar iuran kepada lembaga dana pensiun tetapi atas nama Ms.A. Iuran peserta ini besar dan jangka waktunya ditentukan oleh menteri keuangan.

2. Hasil investasi
Selain dari iuran peserta, dana pensiun juga hasil investasi. Perusahaan yang mendirikan dana pensiun menjual sahamnya kepada perusahaan lain. Perusahaan itu sendiri telah menanamkan investasi untuk dana pensiun. Contohnya saja, Telkom yang menjual saham dana pensiun nya sebesar Rp 6.650,00 per lembarnya.

3. Pengalihan dari dana pensiun lain
Kekayaan dana pensiun dapat berasal dari pengalihan dana pensiun lain. Jadi, bisa saja 2 lembaga dana pensiun melebur menjadi satu dan menyatukan modal diantara keduanya.

About these ads

5 responses to “Dana Pensiun

  1. apabila suatu perusahaan telah membuat program JHT bagi karyawannya, apakah keryawan diperusahaan tersebut tidak berhak lagi untuk mendapatkan dana pensiun ?

    • aryarachimanisa says:

      kalau setau saya program JHT itu juga serupa dengan dana pensiun,, jika perusahaan telah memberlakukan JHT berarti itu tergantung kebijakan perusahaan apakah akan mengadakan lagi dana pensiun atau tidak,, tetapi, jika karyawan menghendaki dana pensiun selain JHT maka dapat ikut serta lembaga pensiun yang independen dan membayar iurannya sendiri, tidak ada hubungannya dengan perusahaan. Terima kasih

  2. santy lim says:

    halo, ingin tanya dong.
    yang normal untuk umur berapa mulai diterapkan jht bagi karyawan swasta? dan iuran jht atau iuran pensiun itu apakah dibayarkan setiap bulan atau dananya disimpan perusahaan? yang kemudian dibayarkan pada saat pensiun? begitu bukan? dan hitungannya berarti total dari iuran pensiun atau bagaimana? dan bagaimana jika karyawan berhenti kerja? maap yach saya kurang ngerti jadi ingin tahu lebih jelas. tolong dijelasin dong mbak..
    thanks berat yach.^__^

    • yyou_yayu says:

      Saya jawab semampu saya saja. Soal pembayarannya, tergantung perusahaan Anda, perusahaan dana pensiun itu ada yang telah berkejasama dengan perusahaan, sehingga pembayarannya dipotong dari gaji bulanan. Tapi, ada juga dana pensiun yang berdiri sendiri, kita bisa ikut dana pensiun yang berdiri sendiri jika kita menghendaki. Pembayarannya dilakukan ketika kita sudah pensiun dari pekerjaan. Jika karyawan berhenti bekerja, artinya mungkin pensiun dini jadi uang pensiunnya bisa diambil lebih awal.
      Semoga jawabannya cukup, jika ada yang masih kurang jelas silahkan kirimkan comment Anda. Terima kasih

  3. ALITHEA says:

    mau tanya, sebenernya seperti apa sih sistem pembayaran dana pensiun untuk karyawan swasta itu? apakah uang pensiun seluruhnya dibayarkan setelah karyawan itu masuk masa pensiun? ataukah dibayar secara berkala? karena saya memiliki informasi kalau pensiunan tidak dapat mengambil 100% dana pensiun yang telah menjadi haknya, tetapi harus diinvestasikan kepada lembaga asuransi sekitar 20% dan tidak dapat diambil selama 5tahun. mohon penjelasannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: