Aryarachimanisa’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Hak Milik dalam Islam

on March 30, 2009

 

Ih ti waa ukh syai’i, wal kudrati ‘alal istibdaa di bi hhi

“Menghimpun sesuatu dan kewenangan terhadapny”

Ayat di atas menerangkan bahwa Allah mengijinkan manusia sebagai pemilik relatif, sedangkan pemilik mutlaknya adalah Allah SWT

 

Qud ra tun yas bi tuhhassyari’u alattasorru fi illal mani’a

“Kewenangan yang diberikan oleh pembuat syariah untuk menggunakan hak milik (harta) kecuali orang-orang yang dilarang.”

Sedangkan yang kedua ini menerangkan bahwa hak milik itu dibatasi oleh Allah dengan syariat-syariat yang ada, yaitu contohnya, jika seseorang memiliki pisau, maka pergunakanlah pisau tersebut sesuai kegunaannya jangan disalah gunakan.

 

Hak milik dalam islam dibagi-bagi lagi, dapat dilihat sebagai berikut      :

 

 

  1. Hak milik berdasarkan bentuk (ya’tibari mahali)

                     Kepemilikan yang didasari dari bentuk barangnya.

  1.  
    1. Kepemilikan barang (Milkiyatun al-’ain)
      1.  Barang yang dapat dipindah (al-mangkulah), barang yang dapat berpindah-pindah contohnya adalah tas.
      2. Perhiasan (al-ma’ta), perhiasan yang memiliki nilai jual bagi pemiliknya, seperti emas, berlian yang suatu hari dapat dijual kembali.
      3. Hewan (al-haiwan), barang yang berbentuk hewan, seperti sapi, kambing.
      4. Tetap (al-’uqar) barang tetap tidak dapat berpindah-pindah seperti tanah, gedung.
    1. Kepemilikan manfaat (Milkiyatun manfaat) kepemilikan berdasarkan manfaatnya, seperti buku, karena buku dimiliki bukan berdasarkan kertasnya, cover melainkan karena manfaatnya.
    2. Kepemilikan hutang (Milkiyatun al-adiyan), kepemilikan yang berkaitan dengan hutang dan kredit-kredit lainnya.
    3. Kepemilikan hak (Milkiyatun al-haqqu)
  1. Hak milik berdasarkan penuh atau tidak (ma ya tsa ta maw naq uson)
    1. Hak penuh (milkiyatun tammah), kepemilikan yang sudah penuh haknya, seperti pemilik dari rumahnya sendiri.
    2.  Hak milik tidak penuh (milkiyatun ann-uqsah), kepemilikan yang masih tergantung orang lain, misalnya ahli waris yang pewarisnya belum wafat.
  1. Hak milik berdasarkan keterpautan (ba ‘a ta ba ra so waro tohha)
    1. Milkiyatun mutamaziyah = adanya batasan-batasan

                                      Kejelasan perbedaan antara mobil dan rumah, jika di halaman rumah terparkir mobil belum tentu    itu adalah mobil dari pemilik rumah, bisa saja itu mobil milik tamu, karena ada kejelasan perbedaan antara mobil dan rumah.

  1.  
    1. Milkiyatun sya-i’ah = adanya pembagian dari keseluruhan

 Adanya pembagian, contohnya dalam hal investasi seriap investor memiliki bagiannya tersendiri di perusahaan, maka kepemilikan perusahaan tersebut dibagi-bagi.

 

Demikian sedikit materi tentang hak milik dalam islam. Untuk berikutnya saya akan memposting hak milik dalam islam 2.

 

Referensi  :

Modul Fiqh Muamalah 1 dari dosen Fiqh Muamalah Politeknik Negeri Bandung, Pa Muflih dan sedikit perubahan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: